Pengertian Scaffolding (Perancah)

      Scaffolding (perancah) adalah suatu alat yang digunakan sebagai struktur sementara bangunan untuk menopang manusia dan material konstruksi selama proyek berjalan. Scaffolding sendiri tentu ada beragam jenis, bentuk, dan ukurannya.

Akan tetapi, saya yakin anda pasti pernah mendengar kata “steger”. Apakah steger itu? Dan apakah perbedaan steger dengan scaffolding?

Jadi sebenarnya steger dan scaffolding adalah kedua benda yang sama. Scaffolding sendiri merupakan istilah Bahasa Inggris dari perancah. Sementara itu, steger merupakan adaptasi kata “steiger” dari Bahasa Belanda yang memiliki arti sebagai perancah.

Fungsi Scaffolding (Perancah)

Berikut merupakan beberapa fungsi atau kegunaan dari scaffolding :

  1. Sebagai struktur sementara untuk para pekerja konstruksi dapat menjangkau proyek di bidang yang tinggi.
  2. Sebagai penopang sekaligus pengaman para pekerja konstruksi agar tercipta ekosistem kerja yang aman dan efektif.
  3. Sebagai pelingdung pekerja yang berada dibawah agar tidak tertimpa alat-alat konstruksi hingga puing-puing bangunan.
  4. Sebagai jalur penghubung areal kerja selama proyek konstruksi belum rampung.
  5. Sebagai penopang cetakan beton hingga kering dan kokoh.

Keunggulan Scaffolding (Perancah)

Sebagian besar masyarakat hingga kontaktor masih lebih memilih untuk menggunakan bambu sebagai alat perancah. Seperti yang sudah diketahui, bambu tentu memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi sehingga dapat menyesuaikan bentuk bangunan dan dapat dikatakan cocok sebagai perancah. Selain itu, biaya yang murah tentu tidak jarang menjadi alasan utama masyarakat dan para kontraktor lebih memilih untuk menggunakan bambu.

Akan tetapi, bambu sendiri masih memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan scaffolding atau steger besi. Berikut beberapa keunggulan scaffolding atau steger besi dibandingkan dengan perancah dari bambu.

  1. Scaffolding tentu lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu karena sangat mudah untuk dirakit dan dapat langsung digunakan.
  2. Scaffolding atau steger besi tahan di berbagai cuaca dan tidak rapuh.
  3. Scaffolding sendiri tentunya akan tahan api karena terbuat dari baja ringan, sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran saat konstruksi berjalan dapat di minimalisir.
  4. Dapat dipakai berkali-kali.
  5. Tidak menimbulkan tumpukan sampah seperti halnya penggunaan bambu yang hanya sekali pakai menyebabkan menumpuknya sampah konstruksi yang terkadang akan memakan biaya lebih besar untuk membersihkan sisa-sisa bambu yang tidak terpakai.
  6. Scaffolding atau steger besi sudah sangat mudah untuk ditemui di berbagai tempat.

Terkadang masyarakat lebih memilih untuk menggunakan bambu sebagai alat perancah akibat biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dan biaya untuk membeli scaffolding/steger besi sangatlah mahal. Akan tetapi, masih terdapat beberapa pihak yang mulai sadar untuk berganti ke scaffolding/steger besi karena sudah banyak yang menyewakannya.

Dengan menyewa scaffolding/steger besi, proyek konstruksi tentu akan lebih terjamin dan efisien. Selain itu, jika diperhitungkan lebih lanjut, terkadang dengan menyewa scaffolding/steger besi justru menyebabkan biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah dibandingkan dengan membeli bambu yang banyak menghabiskan waktu dan biaya pembersihannya.

Untuk anda sekalian, tidak perlu lagi untuk pusing mencari jasa penyewaan scaffolding/steger besi. Kami, Satrya Anugerah Scaffolding siap untuk memberikan pelayanan dan penawaran terbaik bagi anda yang sedang merencakan proyek kontsruksi.

Untuk info lebih lengkapnya silahkan hubungi :

  • No. Telp : +62 822 3663 5686
  • No. Telp : +62 813 3849 9464
  • Email : [email protected]
  • Alamat : Jalan Taman Baruna A-12, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali

Kami siap melayani segala proyek anda di seluruh Bali dan Lombok.

Terima Kasih.